Profil Dan Biografi Hellhound, Unit Deathmetal Berbahaya Asal Malang - Metaljoox

Mobile Menu

Top Ads

Berita Terbaru

logoblog

Profil Dan Biografi Hellhound, Unit Deathmetal Berbahaya Asal Malang

September 07, 2018

Hellhound adalah unit Deathmetal berbahaya asal Malang, band ini pertama kali dibentuk sejak tahun 2012 lalu

Dari segi personil, Hellhound kerap merombak beberpa personilnya, personil pertama dari unit Deathmetal asal Malang ini yakni Andika, Budi dan Nofa

Septian (Drummer), Dedi (Bassist) dan Farizki (Bassist) adalah beberapa nama musisi yang pernah mendampingi Hellhound namun mereka keluar satu demi satu dari band

Kemudian di susul oleh Sang vokalis asli yakni Nofa, Nofa juga turut meninggalkan band pada akhir tahun 2015 lalu

Kehilangan beberapa personil asli tidak menjadi masalah bagi Hellhound

Habib di dipercaya untuk posisi kosong pada vokal untuk menggantikan Nofa sebagai vokalis, disusul Andika dan Budi sebagai gitaris kemudian Elmipa sebagai bassist, dan Sahi sebagai drummer

Karya pertama Hellhound yakni EP self-titled yang berisi 5 lagu termasuk Fatamorgana Agama, Liturgi Hitam, Kehancuran, Selamat Datang Jiwa Tersesat, dan Metallica cover song (For Whom The Bell Tolls & Nothing Else Matters)

EP itu berhasil menarik perhatian Brutal Infection, dan kerja sama pun terjalin sampai perilisan album For Whom You Pray (2014). Dalam rentang waktu produksi, rilis, hingga pengerjaan album ke dua saat ini, telah terjadi beberapa kali pergantian personil. 

Pada tahun 2016, Hellhound kembali merilis EP album terbaru bertajuk "Entropic Genesis", pada album EP ini Hellhound mengemas dua lagu terbaru yakni Cosmic Tragedy dan Alpha Impulse

Pada bulan April 2018 Hellhound kembali menggebrak dengan merilis full-length album ke dua dengan judul "Theiko Symplegma"

Album kedua Hellhound ini terdiri 11 track lagu yakni Theta, Alpha Impulse, Bingkai Labirin, Delusi Juru Selamat, Eksil Sang Bintang Timur, Cosmic Tragedy, God Complex, Eternal Recurrence, The Recollection of Icarus

Simak salah satu lagu dari Hellhound berikut ini:

Jika lirik-lirik lagu di album For Whom You Pray memiliki tema yang bervariasi, dari kritik kepercayaan (Fatamorgana Agama) hingga deskripsi fiktif penyaksian kekuatan tinggi (Bizarre Insight)

Lirik-lirik di album EP Entropic Genesis, berikut di album ke dua, Theiko Symplegma, ditulis dalam bentuk mitologi alusi. Dari segi aransemen musik, For Whom You Pray mengedepankan aspek harmoni dan melodis yang diramu dengan distorsi khas death metal, dan pada EP Entropic Genesis (2016) berikut full-length albumnya, aransemen Hellhound lebih mengejar aspek raw, grooves, dan progresif

No comments:

Post a Comment